-->

Review Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta

Daftar isi [Tutup]


     Halo Teman-Teman,

    Jadi kebetulan hari kemarin ini, tepatnya tanggal 19 Desember 2019, Saya berkesempatan mengunjungi Yogyakarta, lebih tepatnya ada urusan dinas di Yogyakarta.

    Pilihan moda transportasi yang menurut Saya tepat adalah Kereta Api, karena terus terang kalau memakai Pesawat jam nya tidak masuk, acara jam 8.00 pagi eh pesawat dari Juanda paling cepat jam 8 an juga. Yasudah deh, naik Kereta Api yang malam hari dari Surabaya Gubeng dan turun di Stasiun Yogyakarta.

    Tidak lupa setelah sampai Stasiun Yogyakarta ambil foto donk, ceprat cepret sambil menunggu teman yang dengan tujuan yang sama namun memakai Kereta yang berbeda. Duduk-duduk di kursi ruang tunggu dan melihat donk ke Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta, dalam hati pengin sih nyobain masuk kesana, sambil review-review gitu untuk bahan menulis di blog hehe

    Gpp ya, sambil menyelam minum air, sambil menikmati Executive Lounge sambil mencari topik untuk menulis di blog ini, yang barangkali bisa bermanfaat ke Teman-Teman yang mau mencobanya.

    Yap, dinas selesai tanggal 19 Desember 2019 dan waktunya masih cukup siang, sekitar pukul 14.00 sedangkan Kereta Api ke Surabaya masih jam 18.40 menggunakan Kereta Api Wijayakusuma. Sambil jalan-jalan sebentar beli oleh-oleh donk di Bakpia yang terkenal itu, yap di Bakpia 25 yang asli, alias pabrik aslinya, biar mantep ya kan, bisa sambil icip-icip juga hehe.. Ya walaupun di toko bakpia yang lain juga ngasih tester juga sih.

    Setelah belanja oleh - oleh cukup, dapat 1 kardus donk, biar membawa nya mudah, beli bakpianya di pas-paskan biar dapat 1 kardus, yaitu belanja minimal 4 bungkus bakpia, dan menuju ke Stasiun menggunakan Transportasi Online.

    Sesampainya di Stasiun Yogyakarta (dulu namanya Stasiun Tugu, sekarang tulisannya Stasiun Yogyakarta, entahlah yang benar yang mana, atau dua-duanya bisa di pakai untuk menyebut Stasiun ini) yang masih jam 15.00 an, Teman yang lain masih mencari Bakpia Kukus yang notabene di Stasiun Yogyakarta ada juga outletnya, namun pesanan yang ingin di cari sudah habis.

    Sambil mencari kemungkinan beli online, eh ternyata di Malioboro Mall ada donk outletnya, bergegas Teman Saya meluncur ke sana, namun karena Saya belum Sholat Ashar dan butuh istirahat sejenak, Saya memutuskan untuk masuk Stasiun terlebih dahulu.

    Cetak tiket dan masuk ke Tempat Check-in dan di lakukan pencocokan nama pada Boarding Pass dengan kartu identitas Saya, setelah cocok Saya dipersilakan masuk. Tujuan awal jelas, melaksanakan kewajiban dulu sembari menunggu keberangkatan Kereta Wijayakusuma yang masih lama.

    Namun ketika langkah kaki menuju ke Mushola sejenak terhenti, karena melihat di dalam Mushola cukup penuh, kemudian berfikir juga untuk menaruh barang belanjaan satu kardus bertuliskan Bakpia 25 serta sebuah tas yang cukup penuh yang berisi pakaian dan laptop di area belakang Mushola, namun tak sampai juga takut sholat tidak konsen dan takut kehilangan.

    Yang akhirnya, di depan mushola itu, ada tulisan banner begitu, Anggrek Lounge Statisun Yogyakarta disertai icon fasilitas yang ada di dalamnya, salah satunya ada gambar musholla, yey akhirnya, tanpa ragu lagi langsung menuju ke Receptionist (atau bahasa lain apa ya yang lebih cocok, penjaga, atau petugass, ya gitulah pokoknya), dan menunjukkan Boarding Pass serta diminta untuk membayar sebesar Rp 68.500,- / Orang, jadilah Saya masuk dan menikmati fasilitas yang ada di Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta.
     

    Tujuan utama jelas, Sholat Ashar, bergegas taruh di kursi yang kosong barang belanjaan dan tas Saya, dan untuk merasakan lebih nyaman lagi saat Sholat, ditutuplah dengan jaket. Yap, gini kan tenang dalam batinku.

    Menuju ke Mushola yang ada di Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta, lepas sepatu dan memakai sendal yang ada untuk berwudhu, betul Teman, di sini kita di sediakan Sandal untuk berwudhu agar tidak repot sepatu kita basah saat berwudhu, jangan lupa taruh dan tempatkan di tempat semula dengan rapi ya Sandalnya.

    Oiya, mushola untuk laki-laki dan perempuan di pisah ya, dengan kapasitas masing-masing sekitar untuk 5 orang maksimal sudah termasuk dengan 1 imam. Ya lumayan besar mushola ini. Yang menjadi perhatian Saya adalah ada dinding di Mushola yang pecah kayaknya bekas di sandarin orang deh, dan tertulis jangan bersandar bla bla bla gitulah. Oiya, itu mungkin ya sedikit masukan dari Saya kepada pengelola Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta untuk diperbaiki donk dinding mushola nya, agar enak begitu di lihatnya.


    Setelah sholat selesai, kita nikmati apa saja yang ada di Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta ini, dan ternyata cukup kumplit dan Saya hampir semua mencobanya hehe Maaf agak kalap dikit, biar makan malam tidak beli di Kereta Wijayakusuma hehe


    Fasilitas kursi juga banyak, dan empuk-empuk tentunya, bagi yang mau laptopan ada juga kursi khusus mirip-mirip di Cafe-cafe gitu, dengan kursi agak tinggi dan ada mejanya juga, tak lupa stop kontak juga ada di setiap kursinya (dibawah meja). Bagi yang menunggu Kereta sambil kerja, bisa juga tentunya. Televisi juga banyak, dan besar tentunya, ada 3 Televisi seingat Saya. AC juga ada, namun yang kemarin Saya rasakan, kurang dingin apa ya..hehe

    Bagi Teman-Teman yang suka membaca, disana juga ada semacam mini perpus, atau kumpulan beberapa buku-buku begitu yang bisa di baca. Tapi ingat ya, jangan lupa dikembalikan di tempat aslinya, jangan di bawa pulang ya Teman-Teman. Ada juga miniatur Kereta Priority, aslinya KA ini yaitu Kereta Wisata yang bisa di sewa oleh Penumpang.

    Jadi di Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta ada menu makanan berat, yaitu nasi, sayur dan lauk, mungkin hari-hari lain beragam/ganti, waktu Saya ke sana lauknya ayam balado dan sayur serta tempe. Ada juga bubur ayam, kumplit dengan kerupuk dan sambal serta kecapnya.


    Selain itu ada juga camilan kering, seperti lanting dan kuping gajah (ditempat Saya biasa menyebut itu sih nggak tahu di tempat Teman-Teman). Ada juga buah iris, buah semangka, melon serta puding untuk menemani kita menunggu Kereta Api.

    Camilan basah lainnya yaitu ada pisang godok, dan juga kacang tanah godok, mungkin biasanya ada juga ketela godok ya Teman-Teman, karena Saya yakin pasti menunya ganti-ganti. Minuman juga komplit, ada air biasa, air dingin, serta minuman sirup rasa jeruk dingin, dan juga teh kopi.

    Semua makanan dan minuman yang tersedia di Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta adalah All You Can Eat, alias makan sepuasnya, sekenyangnya, tapi ingat, makan sebaiknya secukupnya ya Teman-Teman.

    Oiya, tersedia juga Wifi dan Password yang bisa dipakai sepuasnya selama di dalam Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta ya Teman-Teman. Kalau mau menikmati fasilitas Wifi ini, silakan hubungi petugasnya ya, nanti kita akan di kasih tahu User ID dalam bentuk kertas kecil yang bisa di pakai untuk akses Wifi di sini, kecepatan standar saja sih dan cukup kencang kok.

    Kenapa user id dan password yang di pakai untuk akses Wifi di sini menggunakan kertas kecil? Karena Saya yakin dalam periode tertentu, misalnya per hari, id dan password akan di ubah, karena bisa saja, orang yang sudah masuk ke Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta bisa saja di lain waktu menggunakan Wifi lagi dengan akses yang sama, karena berubah, maka orang tersebut harus masuk ke Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta lagi untuk bisa mengakses fasilitas Wifi lagi.

    Fasilitas lain ada juga ruang meeting privat (ada sekat) yang tentunya juga berbayar lebih, di luar biaya saat masuk di awal tadi. Untuk para smokers, alias para perokok, disedikaan juga smoke room, dengan dibatasi oleh sekat dari kaca, sehingga tetap bisa melihat luar Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta untuk melihat Kereta Api yang datang dan pergi.

    Oiya, kenapa awal kita diminta untuk menunjukkan tiket/boarding pass? Karena, saat Kereta kita mau berangkat, kita akan di ingatkan oleh petugas penjaga Anggrek Executive Lounge Stasiun Yogyakarta, sehingga kita tidak khawatir akan ketinggalan Kereta yang akan kita naiki.

    Secara umum, desain dan fasilitas yang ada cukup mewah tapi jangan dibandingkan dengan Lounge di Bandara ya Teman-Teman hehe, menu yang cukup banyak dan beragam, desain yang memadukan unsur tradisional juga, pelayanan juga cukup baik, semoga minimal layanan di pertahankan dan kalau bisa ditingkatkan lagi.

    Mohon maaf jika ada salah kata, dan Semoga Bermanfaat.

    Salam,
    Syaffi




    Comments