-->

Cerita 3 Hari PP Kebumen Jogjakarta via Stasiun Kutoarjo - Stasiun Yogyakarta

Daftar isi [Tutup]


    Halo Teman-Teman,

    Setelah 3 hari ini PP dari kota tercinta, Kebumen Beriman, untuk tugas di Yogyakarta, ada sedikit cerita yang bisa di share di blog ini. Apa itu?? check this post ya.. xD

    Berawal dari tugas kantor yang mengharuskan Saya untuk ke Jogja, Kota Pelajar, Kota Budaya, kota Gudeg dan lain sebagainya penyebutan itu semua.. yang jelas, seneng sih ada tugas ke sana karena bisa mungkin sedikit refreshing hehe

     Penumpang Prameks mengantri di Stasiun Kutoarjo Jam 06.00

    Mungkin lebih tepatnya bisa mudik wkwk Yap, karena jarak rumah ke Jogja lumayan dekat, jadi 3 hari itu saya memutuskan untuk PP setiap hari dari Kebumen ke Jogjakarta, dengan moda transportasi Kereta Lokal, tentunya biar muraaah hehe

    Kenapa murah? Berapa sih murahnya?  Yap, hanya 8k, iya Rp 8.000,- saja dari Stasiun Kutoarjo ke Stasiun Yogyakarta (dulu sih nyebutnya stasiun Tugu), dengan menggunakan Kereta Prambanan Ekspress atau lebih dikenal Prameks (bukan nama obat lho ya) hehe

    Baca Juga : Cara Beli Tiket Kereta Api Lokal dengan KAI Access

    Apa saja sih cerita yang bisa di share, Oke, Pertama yang jelas bisa bangun lebih awal, bangun tidur lebih cepat karena mengejar Kereta Prameks yang jam 06.00, dimana jarak dari rumah ke Stasiun Kutoarjo sekitar 30 menit naik sepeda motor. Bangun jam 04.00 tergolong bangun cepet bagiku hehe, karena persiapan, mandi, makan, sholat dsb Btw, Terimakasih mama yang sudah masak pagi-pagi.

    Kedua adalah dingiiin... Dengan berangkat kira-kira jam 05.00 harus keluar dari rumah, dan suasana musim kemarau, sudah tentu dingiiin, jaket harus dipakai, masker dan kaos tangan, dengan suhu udara yang dibawah 25 degC, dan angin pagi hari, brrr...
    Suhu di Kebumen Juli 2019 diambil dari accuweather.com

    Kemudian Ketiga yaitu mengelola waktu dan antri, sebagai contoh harus bangun pagi-pagi, kemudian saat masuk ke Kereta Api juga harus antri serta mendahulukan wanita dan orang tua, karena sempat juga saat naik Prameks penuh dan berdiri, saat itu dari Yogyakarta ke Kutoarjo saat pulang kerja, sebentar saja kira-kira 30 menit berdiri dan bisa dapat kursi. Pesannya adalah teman-teman dahulukan ya untuk orang tua, bumil dan wanita jika memang kita kuat dahulukan mereka ya.

    Keempat bisa melihat keindahan sunrise dan sunset, karena pas berangkat pagi-pagi banget, dan saat pulang sore menjelang maghrib. Itu bonus nya, melihat embun dan kabut di pegunungan sepanjang purworejo, dan juga melihat hamparan sawah, dan lain sebagainya.
    Kabut saat naik Prameks

    Kelima adalah Jalan - Jalan ke Jogja, selain kerja, bonusnya juga bisa jalan-jalan hehe bisa melihat-lihat sekitar Malioboro, kemudian bisa beli Bakpia 25 yang konon katanya pabrik asli bakpianya. Masih hangat pas saya beli, mantap rasanya. 

    Keenam tentunya bisa menambah relasi / teman, tahu penyelenggara dan juga teman satu unit kerjanya dengan baik. Tahu dan kenal juga dengan instruktur serta teman-teman yang lainnya, 3 hari yang cukup untuk mengenal perjalanan ke Jogja naik kereta Prameks, dengan segala kesibukan dan macam-macam penumpang Prameks.

    Ketujuh tahu kira-kira rutinitas penumpang Prameks relasi KTA-YK dan sebaliknya, yang ternyata juga banyak pelajar serta kantoran yang saya lihat. Enak kali ya bisa kerja di kota Jogja, sanggup deh kayaknya untuk PP tiap hari hehe Tapi kalu bisa kerja di Wadaslintang, ataupun lokal Kebumen Kota juga nggak apa-apa, ups do'a yang dipajatkan dan sangat di harapkan hehe

    Kedelapan jadi tahu ternyata setiap Selasa Wage jl Malioboro ditutup untuk acara pertunjukkan dan wisata yang sangat menarik wisatawan. Pengin ikut si kemarin, tapi berhubung ada pekerjaan nggak bisa deh, sebenarnya acara puncaknya malam, namun karena sore harus balik, maka tidak bisa deh ikut acara ini. Selengkapnya lihat di pengumuman berikut.


    Semoga sharing ini bermanfaat untuk teman-teman, Ayo ke Jogja..hehe
    Salam,
    Syaffi


    Kotak Penelusuran




    Comments