-->

Sharing : Kalau di Telepon Ngakunya dari Pihak Bank Tertentu, Tapi Menggunakan Nomor Telepon Biasa Bagaimana?

Daftar isi [Tutup]


    Sekedar berbagi untuk Temen-Temen,
    Apakah beberapa teman-teman pernah mengalami beberapa hal dibawah ini :
    1. Sering ditelepon baik menggunakan nomor telepon kantor atau nomor telepon seluler dari pihak tertentu, bahkan mengaku dari bank tertentu?
    2. Ditelepon untuk update / upgrade limit Kartu Kredit?
    3. Ditelepon untuk ditawari untuk mengikuti program asuransi?
    4. Ditelepon untuk disurvei? 
    5. atau mungkin Telepon penipuan? mungkin mengaku dengan dalih keluarganya ada yang kecelakaan segala macam
    6. bahkan ada juga yang menyalahgunakan kartu kredit kita, dan ditanya kode konfirmasi yang dikirimkan ke nomor HP kita yang ngakunya dari pihak tertentu,
    7. dsb
    Penipuan dari Telepon
    Sumber Gambar maxmanroe.com

    Jika beberapa teman-teman mengalami hal-hal di atas, atau beberapa di atas, bagaimana sebaiknya? Berikut beberapa tips untuk menghindari adanya telepon sesuai dengan kondisi-kondisi di atas :
    1. Install Whos Call untuk mengetahui siapa sebenarnya yang telepon kita, testimoni Saya tentang Whos Call bisa klik Aplikasi Whos Call, Aplikasi untuk mengetahui caller spam 
    2. Pastikan nomor yang telepon kita adalah spam call atau panggilan yang tidak diketahui, jika Teman-Teman punya janji dengan orang dan ada telepon masuk dengan nomor baru, jangan-jangan itu nomor orang tersebut, atau mungkin panggilan darurat yang harus diterima, cek pada poin 1 tips ini untuk mengetahui nomor telepon tersebut, jika memang bukan panggilan spam setelah ditampilkan oleh aplikasi Whos Call, kemungkinan itu adalah panggilan penting untuk kita
    3. Jika panggilan tersebut dari pihak bank, baik itu bank yang menerbitkan Kartu Kredit kita atau bank yang kita gunakan untuk menabung, pastikan informasinya, tanya detail maksud dan tujuannya, sampaikan untuk mengulang informasi jika memang kurang jelas. Pernah kasus yang Saya alami sendiri, bahwa ada telepon dari Bank Penerbit Kartu Kredit dan menawarkan asuransi pada Kartu Kredit kita, karena waktu itu masih baru sebagai pengguna Kartu Kredit, omongan dari Call Center Saya iya in saja, alhasil pada tagihan bulan berikutnya ada tambahan biaya-biaya yang sebenarnya tidak diharapkan. Jadi, hati-hati terhadap informasi dalam telepon ya Teman-Teman, karena saat ini persetujuan dalam perbankan bisa / dapat cukup hanya dengan isi rekaman percakapan saja, tidak harus tandatangan basah di atas kertas.
    4. Jika telepon dari survei, sesuaikah isi survei tersebut, jika memang Teman-Teman tidak keberatan dengan surveinya bisa dilanjutkan, kemudian jawab sesuai kapasitasnya, dan ingat jangan sampai memberikan identitas diri secara detail ya, saran saja hanya sebatas nama dan alamat kota mungkin cukup jika di tanya identitas.
    5. Jika ada telepon yang mengaku saksi anggota keluarga yang kecelakaan, jangan langsung percaya, tetap tenang. Modus yang sering di pakai adalah, pelaku minimal tahu nomor kita dan salah satu anggota keluarga kita, pelaku kejahatan akan memberikan pesan ke anggota keluarga kita untuk menonaktifkan HP, biasanya dibumbui dengan agenda hack maka diminta untuk nonaktifkan HP, setelah itu telepon ke kita mengabarkan anggota keluarga ada yang kecelakaan, dan jika kita tidak percaya bisa menghubungi anggota keluarga, karena sebelumnya HP keluarga kita sudah diminta nonaktifkan, jadi kita tidak bisa menghubungi, bisa jadi panik dan menuruti keinginan penipu untuk transfer segala macam sebagai biaya untu pengobatan atau lainnya. Solusi nya adalah tetap tenang, dan kroscek ke anggota keluarga yang lain atau ke tetangga tanyakan keadaan anggota keluarga yang dilaporkan kecelakaan atau sebagainya, jika aman-aman saja, maka dipastikan penipuan. Kasus ini pernah dialami oleh keluarga kakek dan juga teman rekan kerja Saya, waspada ya teman-teman.
    6. Jangan kasih data kartu kredit diminta oleh penipu, atau minta kode digit yang dikirimkan ke HP kita. Modusnya yang sering adalah, penipu bisa jadi belum tahu identitas Kartu Kredit dan meminta mencocokkan nomor kartu kredit, biasanya mengaku dari bank, kalau seperti itu jangan kasih sama sekali, atau jika mau mengerjai kasih saja nomor asal hehe
      Bisa juga penipu sudah dapat nomor identitas Kartu Kredit kita entah darimana kurang paham, biasanya untuk pembelian barang tertentu, biasanya juga meminta dengan cepat karena digit konfirmasi yang dikirimkan ke HP kita ada batas validnya, biasanya kurang dari 5 menit. Jangan kasih data kartu kredit atau digit nomor yang dikirmkan ke HP kita ya Teman-Teman.
    7. Tips terakhir adalah jangan panik, selalu waspada, jangan mudah kasih apapun data identitas diri identitas Kartu Kredit dsb
    Sementara itu sharing dari Saya untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan telepon yang masuk ke HP kita, Jika Teman-Teman punya tips lain bisa berikan komentar di kolom komentar. Semoga bermanfaat ya Teman.
    Salam,
    Syaffi


    Kotak Penelusuran




    2 comments

    1. Kalau terkena modus penipuan yang nomor 6, apakah sampai harus tutup buku rekening ? Atau cukup mengganti ATM saja ?

      1. poin 6 kan fokusnya kartu kredit, bukan ATM dan buku Rekening, kalo sampe kejadian seperti nomor 6, ya di abaikan saja, tidak perlu sampai tutup kartu kredit segala macem.