-->

[√ LENGKAP] Cara Memblokir iklan di Google Adsense

Daftar isi [Tutup]


    Hai Teman-Teman,

    Mungkin hampir semua orang yang membuat blog menginginkan ada iklan yang muncul di dalam blog nya. Bagaimana tidak, pundi-pundi dollar akan kita dapatkan dengan adanya iklan yang muncul di Blog kita.

    Tidak menampik hal itu, Admin di sini juga seperti itu hehe

    1. Ilustrasi Google Analytic untuk Artikel tentang Google Adsense





    Permasalahan yang dialami oleh Blogger bukan hanya ketika sedang berjuang agar Adsense nya diterima saja. Melainkan pasca Adsense diterima pun ada permasalahan lain yang muncul.

    Apa saja permasalahan tersebut, dan efeknya apa buat Google Adsense kita? Simak selengkapnya di bawah ini ya Teman-Teman.



    Latar Belakang


    Admin ingin berbagi saja buat Teman-Teman yang sudah diterima di Google Adsene, dan mungkin banyak dari kita yang tidak menduga dan akhirnya mengeluh serta bertanya-tanya.

    Kenapa sih CPC turun?

    Sebagai informasi ya Teman-Teman, CPC (Cost Per Click) atau dalam Bahasa Indonesia BPK (Biaya Per Klik) merupakan biaya yang dikeluarkan oleh pengiklan atas iklan yang di klik per sekali klik.

    Jadi misalnya ada pengiklan dari perusahaan property di Google Adsense serta tayang di blog kita, ketika ada pengunjung di blog kita yang klik iklan tersebut, maka si perusahaan property akan di kenai biaya untuk 1 kali klik misalnya sebesar Rp 2.000.

    Selanjutnya untuk menjawab kenapa CPC turun tentu ada banyak penyebab, misalnya saja karena memang Keyword yang kita bidik ternyata ber CPC kecil, atau memang ketidakrelevanan iklan yang muncul di dalam artikel kita, dan masih banyak factor yang lainnya, nanti kita uraikan satu-satu sesuai pengalaman Admin ya.

    Sebagai informasi ya Teman-Teman, kalau blog atau website luar negeri, biasanya ber-CPC tinggi, karena 1 kali klik saja bisa bernilai 1 dollar.

    Untuk tahu Negara mana saja yang ber-CPC tinggi, silakan searching saja dengan kata kunci “Negara CPC tinggi”, akan muncul banyak yang mengulasnya.

    Jadi, jika Teman-Teman menargetkan misalnya Negara Amerika, maka blog atau website Teman-Teman harus berbahasa Inggris. Begitupun jika Teman-Teman menargetkan pengunjung dari Negara lain, maka harus menyesuaikan bahasanya ya Teman-Teman.



    Faktor-Faktor yang “mungkin” mempengaruhi CPC Turun / CPC Kecil


    Kita akan bahas mengenai apa saja yang “mungkin” menjadi Faktor CPC turun. Di atas Admin menambahkan kata “mungkin” ya Teman-Teman, karena Admin sendiri tidak tahu penyebab pastinya, yang tahu pastinya hanyalah Google hehe

    Jadi hanya dugaan saja, dan kemungkinan benar ya Teman-Teman.
    1. Karena Kondisi
      Ya Teman-Teman karena kondisi saat ini yang pandemic, kemungkinan banyak pengiklan yang menurunkan CPC nya, atau pengiklan semakin berkurang, jadi mau tidak mau oleh Google agar dunia per-adsense-an masih bergeliat adalah dengan menurunkan biaya pengiklanan.

      Dengan konsekuensi biaya turun tidak apa-apalah, untuk perusahaan bisa survive saja sudah bagus ya, apalagi untuk alokasi biaya iklan yang mungkin biayanya terlampau besar untuk perusahaan tertentu.

      Dengan kata lain dunia per-iklanan sedang lesu.

      Kapan iklan-iklan di internet biasanya tinggi? Yang pernah Admin tahu biasanya saat liburan, saat tahun baru, saat lebaran dll.
    2. Karena Iklan Tidak Relevan
      Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi jika blog atau website Teman-Teman isinya “gado-gado”, namun tidak menutup kemungkinan website dengan niche tertentu juga masih terdapat iklan yang tidak relevan sih.

      Hal ini juga pernah Admin alami, karena di Blog ini juga cukup “gado-gado” isi / content artikelnya hehe

      Contoh iklan yang tidak relevan misalnya membahas tentang tekno dan iklan yang masuk tentang “keperkasaan”, tentang “penumbuh rambut”, atau tentang “uang gaib” dan sejenisnya.

      Seperti iklan berikut ini yang pernah “mampir” di blog ini.
      2. Contoh iklan yang tidak relevan

    3. Karena Website atau Blog tidak ber-niche / micro niche tinggi
      Hal ini mungkin tidak banyak yang disadari, terutama untuk Teman-Teman blogger pemula, kadang membuat blog tidak konsen terhadap niche tinggi, karena mungkin belum paham dan juga belum mengerti, maaf Admin menulis seperti ini karena Admin alami sendiri, kesannya asal nulis aja waktu itu, yang penting ada konten di blog hehe

      Namun kesini-sini Admin juga mulai Paham, dan sekarang Admin mengelola lebih dari 1 blog yang tentu blog lainnya ber-niche khusus dengan harapan iklan yang akan “mampir” memang benar-benar ber-CPC tinggi.
    4. Keyword tidak ber-CPC tinggi
      Di dalam dunia Per-adsense- an, halah xD, ada yang disebut HPK (High Paying Keyword), yaitu dengan menggunakan dan membuat artikel dengan Keyword tersebut maka kita akan mendapatkan iklan dengan CPC yang tinggi.

      Tidak ada yang tahu pasti keyword apa yang CPC nya tinggi, namun untuk membantu kita dalam menarget Keyword dengan CPC yang tinggi, bisa menggunakan tools bantuan, kalau mau menggunakan yang gratis bisa menggunakan App Neilpatel.

      Gratisnya hanya bisa mencari dengan hanya beberapa keyword saja ya Teman-Teman, kalau mau mencari keyword dengan keinginan lebih dan full bisa berbayar, namun dengan fitur gratis tersebut juga sudah cukup menurut Admin jika digunakan maksimal.

      Memang banyak sih kalau kita searching aja di Google Search dengan kata kunci “Keyword CPC tinggi” akan banyak blog atau website yang mengulasnya, namun kepastian apakah benar CPC tersebut tinggi bisa iya bisa tidak, karena setiap saat CPC bisa saja berubah.

      Bisa menjadi referensi memang baik itu CPC dari hasil searching di Mesin pencari dengan App Neilpatel, akurasinya silakan dipraktekkan sendiri ya Teman-Teman.

      Research keyword juga penting Teman-Teman, hal ini akan menentukan pendapatan kita kedepan.
    5. Content / isi Artikel
      1-2 konten yang melanggar kebijakan mungkin tidak langsung terasa akibatnya, namun jika ada peringatan dari Google dan Teman-Teman mengabaikannya maka tidak hanya CPC nya turun, iklan bahkan tidak tayang dan ekstrimnya lagi akun Google Adsense kita akan di blokir.

      Selain itu jika content atau artikel kita di isi dengan Bahasa daerah yang ruang lingkupnya kecil, atau artikel kita yang membahas sebagian besar orang saja, kemungkinan akan sulit mendapatkan iklan, karena iklan yang tayang akan menyesuaikan / relevan dengan isi artikel.

      Perhatikan content dan kualitas artikel juga ya Teman-Teman.
    6. Website atau Blog kita susah di akses/berat/lemot
      Hal ini juga tentu berpengaruh ya Teman-Teman, Google Adsense lebih suka menaruh iklan yang kecepatan akses nya baik, tidak berat, tidak kebanyakan Javascript, CSS, Image dalam artikel yang berukuran besar, dan widget-widget yang tidak diperlukan, juga dengan tema yang mobile friendly.

      Istilahnya harus di optimasi ya Teman-Teman.

      Untuk mengukur seberapa baik blog/website kita di akses, bisa menggunakan GTMetrix, atau PageSpeed Inside milik Google, semakin baik skor nya tentu semakin baik kualitas blog/website kita secara akses, kalau konten tergantung hehe

      Jadi logikanya begini Teman-Teman, untuk iklan yang biasanya ber-CPC tinggi adalah iklan yang menggunakan video, atau animasi, atau dengan gambar-gambar yang menarik, kalau blog atau website kita saja susah di akses, maka iklan-iklan tersebut akan susah mampir, karena akan membuat tambah lemot donk saat di akses.

      Semakin ringan blog/website kita diakses, maka untuk menampilkan iklan yang berbasis video, gambar, animasi-animasi maka akan semakin mudah.

      Jadi pemilihan Tema juga penting untuk mendapatkan iklan yang ber-CPC tinggi.
    Kira – kita yang bisa Admin uraikan mengenai penyebab CPC turun/CPC tidak tinggi seperti itu Teman-Teman. Barangkali ada yang mau menambahkan dari Teman-Teman, berdasarkan pengalaman Teman-Teman seperti apa?



    Bagaimana Ciri-Ciri iklan yang ada di Blog/Website kita ber-CPC tinggi?

    Harapannya adalah, Teman-Teman jangan melakukan blokir atau tidak mengijinkan iklan jenis ini tayang, sehingga kita akan mendapatkan CPC yang tinggi jika iklan tersebut di klik.

    Yang jelas tidak tahu pasti ya Teman-Teman ciri-cirinya, iklan mana yang ber-CPC tinggi, namun dari beberapa referensi yang Admin baca dan juga hasil pengalaman, berikut ciri-ciri iklan yang tampil di Blog/Website kita ber-CPC tinggi, sehingga kita perlu memperhatikan dan menyiapkan agar jenis iklan ini bisa “mampir” di blog / website kita.

    1. Iklan jenis Video
      Iklan jenis ini biasanya CPC tinggi, karena sudah memakan banyak kuota bukan di blog / website kita?

      Maka, jika blog/website Teman-Teman susah di akses, jangan harap jenis iklan ini akan muncul ya hehe

      Perhatikan Tema yang digunakan dan lakukan optimasi, agar semakin wuzz di akses.
    2. Iklan jenis animasi
      Kalau ini juga tergantung kecepatan akses dari blog kita, perhatikan baik-baik kecepatan blog/website nya ya.
    3. Iklan dari perusahaan yang terkenal
      Kalau iklan dari brand ternama, sering iklannya sering mondar-mandir di TV dan media lainnya, kemungkinan CPC nya tinggi.
    4. Iklan yang menempati slot bernilai tinggi
      Ukuran slot iklan bernilai tinggi biasanya berukuran 728×90, 300×600, dan 336×280. Kalau Teman-Teman bingung, bisa set saja dengan iklan jenis Display dan ukuran responsif. Dengan ukuran responsif tersebut, jenis iklan apa saja akan menyesuaikan.
    5. Iklan yang relevan
      Contoh iklan relevan sudah disinggung sedikit di bagian Faktor-Faktor yang “mungkin” mempengaruhi CPC Turun / CPC Kecil. Silakan scroll lagi ke atas.
    6. Iklan yang menuju Situs bukan gratisan
      Jika ada iklan di blog/website Teman-Teman dan ternyata landing page/situs yang di tuju blogspot atau wordpress (gratisan), segera block saja ya Teman-Teman. Tentunya harus di “lirik” dulu juga isi landing page tersebut untuk lebih meyakinkan.
    7. Iklan yang tidak mengandung pornografi isu sara dan sejenisnya
      Kalau ada iklan tersebut, segera blok saja ya Teman-Teman, selain kemungkinan nilainya kecil juga sangat tidak baik terhadap pengunjung/tidak ramah visitor.
    8. Iklan yang ber-CPC tinggi
      Jadi ketika Teman-Teman sudah research CPC tinggi, sedikit menyinggung cara researchnya silakan scroll lagi di bagian poin 4 pada Faktor-Faktor yang “mungkin” mempengaruhi CPC Turun / CPC Kecil dan iklan yang muncul sesuai dengan keyword tersebut, bisa dipastikan CPC nya akan tinggi juga.

      Misalnya setelah Teman-Teman research, ternyata keyword ber-CPC tinggi tentang Asuransi Mobil, setelah Teman-Teman membuat artikel dan meletakkan iklan pada artikel tersebut lalu muncul iklan dari perusahaan yang menyediakan layanan Asuransi Mobil, jika di klik maka akan mendapatkan CPC yang tinggi. 

    Kira-kira yang bisa di uraikan tentang Ciri-Ciri iklan yang ber-CPC tinggi seperti itu Teman-Teman, dan jika ada masukkan berdasarkan pengalaman silakan menuju kolom komentar dan tuliskan pengalaman tersebut ya, bisa juga sambil “menanam” backlink juga lho Teman-Teman hehe



    Cara Memblokir Iklan Google Adsene

    Akhirnya kita sampai pada intinya setelah panjang lebar membahas di atas. Berikut cara memblokir iklan di Google Adsense.

    1. Silakan login ke Akun Google Adsense Teman-Teman
      3. Login Google Adsense




      4. Login Google Adsense

    2. Klik pada Kontrol Pemblokiran
      5. Kontrol Pemblokiran Login Google Adsense

    3. Jika Kontrol Pemblokiran iklan belum diaktifkan, silakan Aktifkan terlebih dahulu dengan klik pada Aktifkan
      6. Aktifkan kontrol pemblokiran Google Adsense
    4. Tunggu hingga muncul notifikasi Pusat peninjauan iklan kini telah diaktifkan
      7. Pusat peninjauan iklan Google Adsense telah diaktifkan
    5. Teman-Teman bisa klik pilihan yang lain dulu dan silakan kembali klik kembali pada Kontrol Pemblokiran > Pusat Peninjauan iklan, dan silakan Teman-Teman pilih filternya, contohnya klik pada Tayangan Terbanyak.
      8. Filter tayangan terbanyak Kontrol Pemblokiran Google Adsense

      Pada bagian ini akan muncul iklan dengan tayangan terbanyak yang ada di blog / website kita. Silakan cari jenis iklan yang kurang relevan.
    6. Jika sudah ketemu silakan klik pada tanda lingkaran di coret pada kanan bawah iklan tersebut, selengkapnya lihat pada screenshoot berikut ini.
      9. Blokir iklan Google Adsense
    7. Hingga tandanya berubah seperti di bawah ini dan ada notifikasi iklan telah diblokir.
      10. Iklan Google Adsense telah di blokir


    Sampai di sini, Teman-Teman sudah berhasil untuk memblokir iklan. Iklan tersebut tidak akan muncul di blog Teman-Teman, namun untuk melihat perubahannya mungkin perlu waktu beberapa jam ke depan agar Google menyesuaikan dengan iklan yang telah kita blokir.



    Cara Memblokir Iklan Google Adsense dengan Filter URL, Kategori Sensitif dan Kategori Umum

    Kalau Teman-Teman mau memblokir dengan filter yang lain, misalnya dari URL, dari kategori, silakan ikuti langkah berikut ini.

    1. Masih pada menu Kontrol Pemblokiran, kita menuju ke Situs yang akan kita kelola pemblokiran iklannya.
    2. Kita bisa memilih kategori iklan dan dari URL pengiklan, misalnya kita pili URL pengiklan dan klik pada Kelola URL Pengiklan
      11. Kelola URL Pengiklan Google Adsense
    3. Masukkan URL yang akan kita blok iklannya, lalu klik Cari
      12. Memasukkan URL Google Adsense yang akan di blokir
    4. Setelah ketemu URL nya, kita klik pada diizinkan
      13. URL yang akan di blokir pada Google Adsense

    5. Sehingga berubah menjadi diblokir
      14. URL telah di blokir pada Google Adsense

    6. Kita bisa menuliskan banyak URL sekaligus dan memisahkannya dengan tanda koma dan blok iklan dari URL tersebut
      15. Filter banyak URL pada pemblokiran iklan di Google Adsense
    7. Kemudian untuk Filter iklan dengan Kategori Sensitif, silakan klik pada Kategori Sensitif (pada tampilan langkah nomor 2) dan jika ada yang perlu di blokir, geser saja ke kanan pada kolom status
      16. Iklan kategori sensitif pada Google Adsense

      Sehingga menjadi diblokir
      17. Iklan Kategori sensitif pada Google Adsense sudah di blokir
    8. Kemudian untuk Filter iklan dengan Kategori Umum, silakan klik pada Kategori Umum (pada tampilan langkah nomor 2) dan jika ada yang perlu di blokir, geser saja ke kanan pada kolom status, sehingga menjadi diblokir
      18. Filter iklan kategori umum pada Google Adsense


    Sampai di sini kita sudah berhasil memblokir iklan yang tidak kita inginkan tampil di blog atau website kita. Jika suatu saat masih ada iklan yang tidak relevan, Teman-Teman ulangi langkah di atas. Cek secara berkala pada Filter Tayangan Terbanyak untuk melihat iklan yang sering tayang dan kurang relevan, sehingga segera bisa dilakukan tindakan untuk memblokirnya.



    Penutup


    Mohon maaf mungkin banyak dari jenis iklan atau URL pengiklan Admin sensor dan tidak menunjukkan identitas iklan tersebut, karena bukan iklannya yang tidak baik atau yang lainnya, hanya saja Admin merasa iklan tersebut tidak cocok tayang di blog ini.

    Sebagai penutup dalam artikel ini, Admin berpesan, kalau jika Teman-Teman melakukan hal ini, take your Risk, segala akibatnya di tanggung oleh Teman-Teman ya atas apa yang dilakukan.

    Kemudian, jangan sekali-kali blok iklan dari produknya Google, misalnya blok iklan Gmail, blok iklan Google Ads, Google Search dan lain sebagainya.



    Karena logikanya adalah, saat ini Google sedang kerjasama dengan Teman-Teman melalui layanan Google Adsense nya, koq malah oleh Teman-teman Google di blokir, kalau sudah seperti itu artinya Teman-Teman menginginkan kerjasamanya berakhir.

    Namun Google mungkin tidak “baperan” seperti itu, efeknya mungkin adalah CPC yang turun, situs tidak direkomendasikan di SERP Google, traffic turun dan lain sebagainya.

    Jika ada yang mau menambahkan silakan di kolom komentar dan jika ada manfaat yang baik setelah Teman-Teman mempraktekkannya, boleh donk dituliskan testimoninya di kolom komentar. Kalau boleh juga silakan di share di social media Teman-Teman agar banyak Teman-Teman yang tahu terutama Teman blogger yang mengetahui informasi ini.

    Semoga bermanfaat ya,
    Salam,
    Syaffi




    Comments