-->

√√ Apakah Gresik ke Surabaya dan Sebaliknya Membutuhkan Transportasi Masal ..???

Daftar isi [Tutup]


    Apakah Gresik ke Surabaya dan Sebaliknya Membutuhkan Transportasi Masal - Selamat Malam Teman-Teman,

    Jadi ceritanya Admin sering melakukan perjalanan baik itu menggunakan Tol maupun jalan biasa (Jalan Non Tol) ketika dari Gresik ke Surabaya atau sebaliknya pada saat jam-jam pulang kerja atau pulang kantor.

    Yang Admin alami adalah sering mengalami yang namanya macet, yap betul maceeet.

    Macet di sekitar Terminal Osowilangon ketika lewat Non Tol dan Ketika Lewat Tol dari Gresik ke Surabaya pun sering macet saat sore hari.

    Sepintas terbersit oleh Admin, apakah Gresik ke Surabaya dan Sebaliknya membutuhkan Transportasi Masal?

    Gresik ke Surabaya dan Sebaliknya Membutuhkan Transportasi Masal

    Menurut Admin jawaban dari judul artikel ini adalah YA. Karena Gresik merupakan kota industri dan surabaya juga kota yang sibuk, dengan lalu lintas manusia dan barang yang sangat banyak, maka sudah sepantasnya kedua daerah Utama di Jawa Timur ini mempunyai infrastruktur Transportasi Masal.

    Berdasarkan perjalanan Admin hari ini yang Admin dokumentasi kan pada foto berikut, terlihat bahwa kemacetan yang lumayan parah terlihat dari Arah Gresik ke Surabaya. (di foto bawah Admin dari arah Surabaya ke Gresik saat Sore hari).

    Kemacetan di jalan Tol Surabaya Gresik dan Sebaliknya

    Sesekali pada titik tertentu dari arah Surabaya ke Gresik pun mengalami kemacetan, apalagi saat hujan tiba. Titik-Titik kemacetan akan sering nampak karena banyak dari kendaraan yang mengurangi laju kendaraannya.

    Kemacetan di jalan Tol Surabaya Gresik dan Sebaliknya


    Dari foto tersebut, terlihat bahwa kepadatan kendaraan yang melewati jalan tol Gresik-Surabaya saat jam sibuk (berangkat dan pulang kerja) begitu padatnya, bahkan hampir setiap hari terjadi kemacetan seperti itu.

    Seperti hal nya di Jabodetabek yang sekarang dibangun jaringan transportasi masal, LRT misalnya yang menghubungkan Bekasi - Jakarta, Gresik-Surabaya seperti nya sudah harus dipikirkan transportasi masal seperti LRT.

    Saat ini memang sudah ada Tol untuk menunjang transportasi dari Gresik ke Surabaya dan sebaliknya, namun hal ini terasa masih kurang memadai karena Tol pada saat jam-jam sibuk sering mengalami kemacetan.

    Alternatif Transportasi Masal Gresik - Surabaya dan Sebaliknya

    Admin mungkin berpendapat saja melalui postingan ini, beberapa alternatif Transportasi Masal yang bisa di bangun dan digunakan di Kota Gresik - Surabaya. Moda Transportasi tersebut akan Admin urutkan dengan yang paling mudah hingga yang paling sulit (versi Admin).
    1. Bus Trans Jawa Timur
      Menurut Admin hal ini yang paling mudah dilakukan, kenapa? Karena tinggal menambah armada Bus saja dan Moda Transportasi ini bisa digunakan. Saat ini memang sudah ada yang namanya SuroboyoBus, namun Bus tersebut hanya melayani di dalam kota Surabaya saja. 

      Dengan cakupan area yang lebih luas, mungkin namanya bisa diubah menjadi Bus Trans Jawa Timur, dengan area nya mungkin cukup 3 kota utama dulu, yaitu Surabaya, Gresik dan Sidoarjo terlebih dahulu. Jauh dekat misalnya hanya Rp 5.000,-. Tentu hal ini harus disubsidi dari pemerintah, agar efektifitas penggunaan Bus ini bisa di andalkan.

      Seperti kalau di jakarta ada Bus Trans Jakarta, di Jawa Timur bisa diusulkan dengan Bus Trans Jawa Timur.

    2. KRL (Kereta Rel Listrik)
      Kenapa KRL Lintas Jawa Timur bisa dikatakan lebih mudah setelah Bus Trans Jawa Timur? Karena saat ini sebenarnya sudah ada kereta Commuter yang melayani beberapa kota di Jawa Timur. Setahu Admin dari Surabaya sampai dengan Kertosono sudah ada Kereta Commuter ini.

      Tinggal diwujudkan menjadi KRL, karena pionirnya sudah ada. Mungkin untuk langkah awal bisa dicoba KRL untuk rute Gresik, Surabaya dan Sidoarjo terlebih dahulu.

      Kenapa Gresik juga? Karena di Gresik Kota pun sebenarnya ada Rel hingga sekitar PT Petrokimia Gresik, tinggal reaktivasi saja, bahkan di Gresik sekitar PT Wilmar yang namanya Stasiun Indro itu Rel nya sudah siap. Sudah di bersihkan rel dari Surabaya Pasar Turi hingga ke Stasiun Indro.

      Ayo donk diwujudkan, mungkin ada pihak pemerintah yang membaca postingan ini bisa mempertimbangkan untuk dibangun KRL ini, ya biar mirip-mirip KRL yang di Jakarta-Bekasi-Depok-Bogor.

    3. Jalan Tol
      Jalan Tol yang sudah ada sekarang ini masih kurang mencukupi, terbukti pada saat jam-jam sibuk sering terjadi kemacetan di Tol. Untuk itu perlu diperlebar lagi jalan Tol Eksisting sekarang ini, bahkan kalau perlu ada Tol dalam kota di Kota Surabaya, serta Tol Lingkar Timur di Surabaya.

      Untuk Tol yang menuju Sidoarjo saat ini sudah proses pembangunan memang yang dari Gresik ke Sidoarjo (Tol Bunder - Krian). Semoga saat sudah jadi Tol tersebut akan membantu signifikan kelancaran arus lalu lintas di Gresik-Sidoarjo-Surabaya.

    4. LRT (Light Rail Transit)
      Seperti layaknnya di Jakarta yang sekarang mempunyai LRT, baik yang sudah beroperasi atau masih konstruksi, sepertinya Surabaya dan sekitarnya sudah perlu dimunculkan opsi ini juga, walaupun memang ini hitungannya jangka menengah untuk bisa mewujudkannya. Atau jika diprakarasi sekarang dan ada investor, proses lancar, kemungkinan baru bisa terwujud pada Tahun 2025. 

      Tidak ada kata terlambat daripada tidak sama sekali, setidaknya untuk ruas/jalur Surabaya Kota dulu, menghubungkan surabaya Utara, Barat , Selatan, Timur dan Pusat dulu. Kalau sudah ada investor yang minat, atau malah pakai APBD sendiri bisa berkembang ke Sidoarjo dan Gresik.

    5. MRT (Mass Rapid Transit)
      Pengembangan ini mungkin yang terakhir, karena selain dana yang besar juga teknologinya yang mahal. Untuk mewujudkan MRT untuk Surabaya kota dulu mungkin butuh waktu paling cepat 8 tahun minimal.

      Namun bukan sesuatu yang tidak mungkin, barangkali investor lokal ada yang mau membiayai? Terutama para Crazy Rich Surabayan yang mau menjadi investor moda transportasi ini? Semoga saja ada yang minat ya. hehe

      Tentu harus dukungan pemerintah ya.

      Skema tarifnya mirip-mirip MRT Jakarta saja, dengan subsidi. Agar semakin meyakinkan investor untuk kepastian balik modalnya, dan tentu return nya.

      Jadi misal target penumpang harian katakan 1 juta orang, kalau itu tercapai sudah tidak perlu subsisdi, dan jika tidak tercapai harus di subsidi pemerintah. Atau bisa juga hitungannya konsolidasi bulanan. Misal target bulanan penumpang 25jt orang, jika kecapai syukurlah pemerintah tidak subsidi, namun jika tidak tercapai subsidi pemerintah daerah terutama harus diberikan kepada investor tersebut.

      Skema-skema seperti itu harus dijabarkan sejak awal, sejak pemerintah memberikan pengumuman/lelang, sehingga banyak investor yang akan tertarik.

      Admin rasa sekarang ini menggaet investor tidak susah asalkan ada kepastian waktu dan juga kepastian return dan lain sebagainya. Pemerintah menjamin, Investor pasti datang.

    Penutup

    Mungkin jika dalam 5 tahun ke depan, atau paling telat 2025 jika Gresik-Surabaya tidak ada transportasi masal, akan terjadi kemacetan saat siang hingga malam sampai jam 21 an, jadi sebelum hal itu terjadi mudah-mudahan alat transportasi masal apapun nantinya sudah di pikirkan oleh para pejabat negara. Itu harapan Admin pribadi sebagai orang yang sering menggunakan jalan tol Gresik-Surabaya dan sebaliknya dan mungkin banyak orang lain juga yang berfikiran sama dengan saya.



    Baca Juga : Perjalanan 7 Jam dari Surabaya ke Kebumen Jawa Tengah menggunakan Tol Transjawa

    Terimakasih sudah membaca catatan ini,
    Selamat istirahat buat teman-teman,

    Salam,
    Syaffi


    Kotak Penelusuran




    Comments